Book Now   +62.281.638835   +62.812.222.06.567

Batik Banyumas

Info Atraksi

Nama Batik Banyumas
Lokasi Sokaraja - Banyumas

Deskripsi Atraksi

Di Banyumas sendiri terdapat 2 sentra batik, yang pertama di Banyumas Lama dan yang kedua ada di Sokaraja. Di Banyumas Lama, sentra batiknya berada di Sudagaran, sebuah kampung yang berasal dari kata “Saudagar”, di situ dulu tempat tinggal para Saudagar Batik Banyumas yang sukses dan berhasil. Sementara sentra Batik Banyumas satu lagi ada di Sokaraja, sampai sekarang batik-batik berkualitas terus dihasilkan oleh sentra-sentra batik di Sokaraja.

Salah satu tempat produksi batik-batik yang paling terkenal di Banyumas ini adalah Rumah Batik Anto Djamil. Lokasinya berada di Sokaraja, meskipun agak masuk ke perkampungan namun tidak terlalu jauh dengan sentra getuk goreng Sokaraja yang menjamur di jalan utama Sokaraja.

Dari Purwokerto ke Sokaraja cukup dekat dan tak butuh waktu lama untuk sampai. Untuk menuju Rumah Batik Anto Djamil ini pun gampang, karena disana terdapat papan petunjuk yang cukup besar di Jalan Raya Sokaraja. Lokasinya memang agak menjorok masuk ke perkampungan tapi mudah ditemukan, ada papan penunjuk di pinggir jalan, dan yang lebih gampang lagi karena orang-orang Sokaraja sudah familiar dengan Anto Djamil. Rumah Batik Anto Djamil ini adalah usaha turun-temurun dan salah satu tempat Batik Banyumasan yang masih bertahan sampai sekarang. Motif batik di Anto Djamil beragam, namun tetap dalam pakem Batik Banyumasan. Motif Batik Banyumas memang sedikit unik dan beda. Kekhasan dari motif batik Banyumas adalah motifnya banyak terinspirasi dari flora yang terdapat di Banyumas, lukisan di kain batik lebih berupa sulur-sulur tumbuhan, menurut cerita ini sesuai dengan kondisi Banyumas di masa lalu yang masih merupakan hutan lebat.

Kemudian soal warna, Batik Banyumasan cenderung memiliki warna yang lebih gelap dan pekat. Rata-rata Batik Banyumas memang berwarna gelap dan sedikit pekat daripada warna batik di Jawa Tengah lainnya. Warna dasarnya cenderuk coklat tua ataupun coklat kehitaman. Memang inilah warna khas Batik Banyumas, mungkin waktu itu menyesuaikan dengan pewarna alami yang ada di daerah Banyumas dan sekitarnya.

Koleksi batik di Anto Djamil cukup lengkap, mulai dari kain, sarimbit, sampai yang sudah jadi seperti baju batik pun ada. Rata-rata adalah batik tulis, jika beruntung pengunjung bisa melihat proses membatiknya karena toko dan workshop batiknya ada dalam satu tempat. Jangan heran jika Rumah Batik Anto Djamil ini penuh pengunjung, sudah hal biasa, walau lokasinya agak masuk namun tak menyurutkan pembeli untuk datang.

Soal harga rangenya begitu beragam, mulai puluhan ribu sampe jutaan rupiah. Yang seharga jutaan rupiah tentunya adalah batik premium yang tiada dua. Saya terpesona dengan koleksi batik Anto Djamil, ini pertama kalinya saya melihat batik Banyumasan dan menurut saya motif dan warnanya yang pekat ini sangat cocok untuk dikoleksi. Di sini saya melihat ada beberapa motif yang saya lihat seolah menjadi pakem batik Banyumasan seperti motif Isen Laut / Isi Laut yang berupa gambar hewan-hewan laut dituangkan dalam kain batik. Kemudian jika diamati lebih jauh, kebanyakan motif di Rumah Batik Anto Djamil adalah motif-motif tumbuh-tumbuhan.
Jika ingin mencari motif Batik Banyumasan di Anto Djamil ada banyak sekali motif yang tersedia. Mulai dari yang motif Banyumasan asli sampai motif-motif baru yang lebih modern, tergantung selera pembeli. Jika memang pecinta kain batik klasik saya kira selembar kain Batik Banyumasan motif asli layak jadi koleksi, namun jika ingin terlihat modern maka motif modern pun ada. Anto Djamil memang tak segan mengeluarkan motif baru dengan warna-warna yang lebih cerah, cocok untuk anak muda yang kadang tidak terlalu menyukai batik berwarna gelap karena terkesan tua.

Di Rumah Batik Anto Djamil karena saya memang pecinta batik atau kain tradisional saya membeli beberapa helai kain untuk koleksi dan oleh-oleh keluarga. Untungnya karena saya membeli cukup banyak saya bisa mendapat diskon. Yang jela bBatik-batik di sini memang sangat layak untuk dijadikan koleksi, jadi jika lewat Sokaraja jangan sekedar lewat atau menyicip Getuk Goreng Sokaraja, helalah nafas sebentar dan kunjungilah Rumah Batik Anto Djamil.

Photo credit : Jarvik Fuad Rizky

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.